ISLAM DAN ETNISITAS DALAM PENDEKATAN ANTROPOLOGI

Authors

  • Fiena Saadatul Ummah IAIN Madura

DOI:

https://doi.org/10.35719/aladalah.v24i1.65

Keywords:

Etnisitas, Konfilk antar-Etnis, Islam, Pendekatan Antropologi

Abstract

Dalam pendekatan antropologi, Islam bukan hanya dipandang sebagai suatu ideologi politik, praktik sosial, dan ekonomi, tetapi juga sebagai sistem budaya yang diinterpretasi dan dipahami, untuk kemudian diyakini dan dipraktikkan dalam bentuk tindakan keagamaan oleh para pemeluknya. Etnisitas merupakan identitas dari suatu suku bangsa, di mana sesuatu yang membedakan antara satu suku dengan suku yang lainnya yang ditandai dengan atribut-atribut dari kebudayaan dan mempunyai pengertian dari berbagai perspektif. Banyaknya etnis di Indonesia di satu sisi menjadi kekayaan budaya masyarakat, tetapi di sisi lain menyimpan potensi timbulnya konflik. Salah satu contoh konflik etnis di Indonesia yaitu konflik etnis di Kalimantan antara suku Dayak dan suku Madura. Dalam konteks ini, Islam sebenarnya sudah mengantisipasi konflik etnis tersebut dengan memberikan berbagai solusi. Salah satunya melalui firman Allah Swt. dalam QS. al-Hujurat [49]: 13 yang memberi gambaran bahwa perbedaan bukanlah penyebab perpecahan, justru perbedaan itulah yang mendorong manusia untuk saling bersatu.

In an anthropological approach, Islam is not only seen as a political ideology, social and economic practice but also a cultural system that is interpreted and understood, to be believed and carried out in the form of religious acts by the perpetrators. Ethnicity is the identity of an ethnic group, where something distinguishes one tribe from another, which is marked by the attributes of culture and has meanings from various perspectives. In Indonesia, there are also various ethnic groups, which have the potential for conflict. One example of ethnic conflict in Indonesia is the ethnic conflict in Kalimantan between the Dayak and Madurese tribes. Therefore, Islam responds to these ethnic conflicts by providing various solutions in Surah al-Hujurat [49]: 13 which illustrates to all of us that differences are not the cause of division, they are precisely the differences that encourage people to unite with each other.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Haba, John. “Etnisitas, Hubungan Sosial dan Konflik di Kalimantan Barat.” Jurnal Masyarakat dan Budaya 14, no. 1 (2012).

Machasin. Islam Dinamis Islam Harmonis: Lokalitas, Pluralisme, Terorisme. Yogyakarta: LKiS, 2011.

Muchtar, Rusdi. Harmonisasi Agama dan Budaya di Indonesia 1. Jakarta: Balai Penelitian dan Pengembangan Agama, 2009.

Sari, Intan Permata. “Agama, Etnisitas dan Perdamaian di Pulau Enggano Provinsi Bengkulu.” Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama 3, no. 2 (2020).

Sochadha, Moh. “Tauhid Budaya: Strategi Sinergitas Islam dan Budaya

Lokal dalam Perspektif Antropologi Islam.” Jurnal Tarjih 13, no. 1 (2016).

Tim Penyusun. Al-Qur’an dan Terjemah Mushaf al-Majid. Jakarta: Pustaka al-Mubin, 2013.

Tilaar, H.A.R. Mengindonesia Etnisitas dan Identitas Bangsa Indonesia: Tinjauan dari Perspektif Ilmu Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta, 2007.

Varshney, Ashutosh. Konflik Etnis dan Peran Masyarakat Sipil. Jakarta: Departemen Agama, 2009.

Downloads

Published

2021-04-30

How to Cite

Ummah, F. S. (2021). ISLAM DAN ETNISITAS DALAM PENDEKATAN ANTROPOLOGI. Al’Adalah, 24(1), 55-62. https://doi.org/10.35719/aladalah.v24i1.65

Issue

Section

Articles